This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Peternakan. Show all posts
Showing posts with label Peternakan. Show all posts

Sejarah Domba Garut

Domba Garut merupakan salah satu aset plasma nutfah unggulan Jawa Barat. Sangat penting untuk dikonservasi, dilestarikan, dan dikembangkan agar diperoleh manfaat yang berkesinambungan untuk produksi yang bernilai ekonomis. ASAL USUL DOMBA GARUT VERSI PERTAMA : 1864 : Pemerintah Hindia Belanda memasukkan beberapa ekor Domba Merino dan pemeliharaannya diserahkan pada KF Holle 1869 : Domba-domba tersebut dibawa ke Kabupaten Garut dan disebarkan ke beberapa penggemar domba antara lain kepada Bupati Limbangan (satu pasang) dan kepada Van Nispen 1 ekor pejantan dan kebetulan mempunyai seekor domba Kaapstad. Disebarkan pula ke beberapa daerah lain seperti Kabupaten Sumedang, Bandung dan Garut (Merkens dan Soemirat, 1926) Penyebaran tersebut merupakan cikal bakal terbentuknya ras Domba Priangan. Terjadi persilangan yang terus menerus tanpa rencana dan arah yang jelas antara : – Domba Merino X Domba Lokal – Domba Merino X Domba Lokal X Domba Kaapstad VERSI KEDUA : Domba Garut merupakan domba asli dari Kabupaten Garut, yaitu dari daerah Cibuluh, Cikandang dan Cikeris (Kec. Cikajang) serta Kecamatan Wanaraja Didasari oleh sisi : - Historis - Genetik - Anatomis - Kekhasan penciri - Populasi secara faktual Historis : Telah ditemukannnya relief domba di Candi Sewu Prambanan, (sekitar 800 m dari Candi Prambanan) dan Borobudur. Genetik : muka putih dan muka hitam serta ekor tipis dan ekor gemuk Anatomis : postur tubuh yang lebih besar ke arah depan Kekhasan penciri : kombinasi telinga dan ekor Populasi secara faktual : Populasi domba di Jawa Barat tinggi PERKEMBANGAN DOMBA GARUT MENJADI DOMBA TANGKAS Akhir abad 18 – Awal abad 19 : - Menjadi hobi yang menarik bagi bocah angon - Mulai terjadi seleksi sederhana Tahun 1905 : Mulai diadakan pertandingan antar kampung di Wilayah Kabupaten Sumedang dan Bandung Selatan. 7 KEUNGGULAN DOMBA GARUT : - Plasma Nutfah Asli Jawa Barat - Prolifikasi Tinggi - Penggerak Ekonomi Kerakyatan - Kualitas Daging Sangat Baik - Kualitas Kulit Terbaik - Agresifitas Paling Tinggi - Memiliki Nilai Artistik PROSPEK BETERNAK DOMBA GARUT - Merupakan ternak yang mempunyai daya adaptasi tinggi - Prolifik - Mudah dalam pemberian pakan - Permintaan untuk Hewan Aqiqah dan Hewan Qurban cukup tinggi - Bisa dijadikan sebagai ternak fancy (Domba Garut yang dijadikan Domba Tangkas) Terlepas dari pro dan kontra Seni Ketangkasan Domba Garut sebagai salah satu plasma nutfah unggulan Jawa Barat sangat potensial dan layak untuk dijaga kelestariannya serta dikembangkan karena dapat menjadi salah satu komoditas yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi peternak.

Budidaya Domba

Software Iklan Baris Massal
 
Pengembangan usaha budidaya Domba Garut khususnya di Jawa Barat memiliki prospek yang sangat bagus untuk dikembangkan sebagai usaha sampingan ataupun bisnis skala besar.  Domba Garut merupakan plasma nutfa yang harus terus dikembangkan mengingat Domba Garut merupakan domba kebanggaan masyarakat Jawa Barat.
Hasil penelitian penentuan standaridisasi mutu bibit Domba Garut yang ada di wilayah Jawa Barat, bobot badan Domba Garut jantan dewasa adalah 57,74 ± 11,96 kg, dan Domba Garut betina dewasa 36,89 ± 9,35 kg.  Berdasarkan aspek reproduksi dewasa kelamin domba jantan dan betina pada umur 6 – 8 bulan, sedangkan dewasa tubuh pada umur 1,5 – 2 tahun (Heriyadi dkk., 2002).

Pengolahan pakan ternak sederhana

Beberapa teknik pengolahan bahan pakan yang mudah dilakukan di lapangan adalah:
  • Pembuatan Hay
Hay adalah tanaman hijauan pakan ternak, berupa rumput-rumputan/leguminosa yang disimpan dalam bentuk kering berkadar air: 20-30%. Pembuatan Hay bertujuan untuk menyeragamkan waktu panen agar tidak mengganggu pertumbuhan pada periode berikutnya, sebab tanaman yang seragam akan memilik daya cerna yang lebih tinggi. Tujuan khusus pembuatan Hay adalah agar tanaman hijauan (pada waktu panen yang berlebihan) dapat disimpan untuk jangka waktu tertentu sehingga dapat mengatasi kesulitan dalam mendapatkan pakan hijauan pada musim kemarau.
Ada 2 metode pembuatan Hay yang dapat diterapkan yaitu:
  1. Metode Hamparan Merupakan metode sederhana, dilakukan dengan cara meghamparkan hijauan yang sudah dipotong di lapangan terbuka di bawah sinar matahari. Setiap hari hamparan di balik-balik hingga kering. Hay yang dibuat dengan cara ini biasanya memiliki kadar air: 20 - 30% (tanda: warna kecoklat-coklatan).
  2. Metode Pod Dilakukan dengan menggunakan semacam rak sebagai tempat menyimpan hijauan yang telah dijemur selama 1 - 3 hari (kadar air ± 50%). Hijauan yang akan diolah harus dipanen saat menjelang berbunga (berkadar protein tinggi, serat kasar dan kandungan air optimal), sehingga hay yang diperoleh tidak berjamur (tidak berwarna “gosong”) yang akan menyebabkan turunnya palatabilitas dan kualitas.
  • Pembuatan Silase
Silase adalah bahan pakan ternak berupa hijauan (rumput-rumputan atau leguminosa) yang disimpan dalam bentuk segar mengalami proses ensilase. Pembuatan silase bertujuan mengatasi kekurangan pakan di musim kemarau atau ketika penggembalaan ternak tidak mungkin dilakukan.
Prinsip utama pembuatan silase:
  1. menghentikan pernafasan dan penguapan sel-sel tanaman.
  2. mengubah karbohidrat menjadi asam laktat melalui proses fermentasi kedap udara.
  3. menahan aktivitas enzim dan bakteri pembusuk.
  • Pembuatan silase pada temperatur 27-35 derajat C., menghasilkan kualitas yang sangat baik. Hal tersebut dapat diketahui secara organoleptik, yakni:
  1. mempunyai tekstur segar
  2. berwarna kehijau-hijauan
  3. tidak berbau
  4. disukai ternak
  5. tidak berjamur
  6. tidak menggumpal
  • Beberapa metode dalam pembuatan silase:
  1. Metode Pemotongan
  • Hijauan dipotong-potong dahulu, ukuran 3-5 cm
  • Dimasukkan kedalam lubang galian (silo) beralas plastik
  • Tumpukan hijauan dipadatkan (diinjak-injak)
  • Tutup dengan plastik dan tanah
  1. Metode Pencampuran
Hijauan dicampur bahan lain dahulu sebelum dipadatkan (bertujuan untuk mempercepat fermentasi, mencegah tumbuh jamur dan bakteri pembusuk, meningkatkan tekanan osmosis sel-sel hijauan. Bahan campuran dapat berupa: asam-asam organik (asam formiat, asam sulfat, asam klorida, asam propionat), molases/tetes, garam, dedak padi, menir /onggok dengan dosis per ton hijauan sebagai berikut:
  • asam organik: 4-6kg
  • molases/tetes: 40kg
  • garam : 30kg
  • dedak padi: 40kg
  • menir: 35kg
  • onggok: 30kg Pemberian bahan tambahan tersebut harus dilakukan secara merata ke seluruh hijauan yang akan diproses. Apabila menggunakan molases/tetes lakukan secara bertahap dengan perbandingan 2 bagian pada tumpukan hijauan di lapisan bawah, 3 bagian pada lapisan tengah dan 5 bagian pada lapisan atas agar terjadi pencampuran yang merata.
  1. Metode Pelayuan
  • Hijauan dilayukan dahulu selama 2 hari (kandungan bahan kering 40% - 50%.
  • Lakukan seperti metode pemotongan